BanerBaner
 
gambar_7.jpg
gambar_7.jpg
Home
 

Nutrisi Untuk Sahabatku

There are no translations available.

Sudah makan apa saja seharian ini?  Bisa jadi, ini bukan pertanyaan yang sulit dijawab buat kebanyakan kita. Bahkan tanpa diminta pun, kita akan berceloteh menceritakan perasaan senang, kesal, atau surprise akibat kita makan. Tidak sebatas itu, detil rasa dan bentuk hidangan bahkan terkadang komplit dengan kandungan kalori dan gizinya meluncur dengan ringan dari bibir ini. Makan memang kegiatan yang menstimulus rasa senang. Sayang, tidak semua orang bisa mengalaminya.

Suatu kesempatan, saya menonton film pendek dari Youtube, yang dikirim seorang sahabat. Terlihat seorang bapak paruh baya, sibuk menyatroni resto fast food satu ke resto fast food lainnya. Sebuah wadah besar ada di tangannya. Ternyata bapak tersebut, melakukan yang mungkin membuat Anda merasa miris sekaligus mual ingin muntah. Bagaimana tidak, sisa-sisa hidangan para konsumen yang datang ke resto ayam goreng tersebut yang telah tidak berbentuk, bercampur dengan tissue kotor, dan sisa bahan makanan lain, dituang dari tong sampah resto ke dalam wadah besar yang dia bawa. Dan, betapa terkejutnya saya, ketika menyaksikan mimik bahagia dari anak-anaknya saat pria paruh baya itu tiba di rumah. Yang lebih membuat saya tidak tahan menahan mual adalah dengan lahap mereka pun menikmati hidangan sampah sisa makanan dari resto fast food tadi.

Read more: Nutrisi Untuk Sahabatku

 

Nutrition For My Friends

 

Sahabat Anak Presents

NUTRITION for MY FRIENDS

With only Rp 50,000 you have taken part in

Nutrition Campaign for Marginal Children

We target 3,000 marginal children in Jakarta, Bogor, Depok and Bekasi  will receive routine or ad-hoc supply of nutritious food until the celebration of National Children Day on July 23, 2010.

Indonesian Health Department stated that in 2008 there were 18 million cases of child malnutrition in the country. It equals to the amount of Jakarta population multiply two! It is more ironic because according World Health Organization (WHO, 2009) 54% of malnutrition cases lead to child death. The rest will experience diminishing physical and mental condition. So what would be the future of this country’s generation if this continues?

Read more: Nutrition For My Friends

   
 
 

copyright 2008 yayasan sahabat anak